Karomah Sunan Bonang, Pukulan Tongkatnya Berubah Jadi Sumur Air Tawar di Tepi Laut
Tak berselang lama keluarlah air yang kian membesar dari lubang bekas pukulan Sunan Bonang. Buku-buku milik sang pendeta Hindu yang hilang ditelan ombak itu pun turut keluar. Karena penasaran, sang pendeta menanyakan jati diri pemuda tersebut.
Pemuda itu menjawab bahwa dirinya adalah murid Sunan Bonang. Mendapat jawaban seperti itu, sang pendeta pun ketakutan. Kesaktian murid Sunan Bonang saja sudah luar biasa, apalagi gurunya. Singkat cerita sang pendeta ini masuk Islam dan menjadi murid Sunan Bonang.
Sementara, lambat laun sumber air bekas pukulan tongkat Sunan Bonang tersebut membesar. Air tawar terus keluar dari tanah, hingga akhirnya berubah menjadi sebuah sumur.
Sunan Bonang pun memerintahkan kepada Sangkya murid barunya itu untuk membuat srumbung semacam pagar. Pagar itu dibuat agar air tak meluap terus ke tanah sekaligus menjaga sumber air ini. Uniknya sumur air tawar ini hanya sekitar sepuluh meter jaraknya dari tepian Pantai Boom di pesisir utara Tuban.
Kendati berjarak cukup dekat dengan laut yang memiliki air asin, tapi konon sumur ini tak terasa asin airnya. Sampai sekarang air yang memancar dari kesaktian tongkat Sunan Bonang ini dikenal dengan nama Sumur Srumbung.
Air sumur ini dipercaya peziarah memberi berkah. Tapi sayang sumur yang dulu keberadaannya di daratan di tepi pantai, saat ini berada di tengah lautan akibat ratusan tahun terkikis air laut.
Editor: Agus Warsudi