Kampung Unik di Banyuwangi: Misteri Alas Gumitir, Patung Gandrung dan Pasar Gaib
Di salah satu tikungan paling terkenal di jalur ini, berdiri patung Gandrung—sosok perempuan yang mengenakan pakaian adat penari Banyuwangi. Keberadaan patung ini bukan hanya sebagai ikon budaya, melainkan menjadi sumber cerita horor tersendiri. Banyak orang mengklaim tangan patung itu berubah posisi pada waktu-waktu tertentu. Siang hari mengarah ke atas, malam hari mengarah ke bawah. Bahkan, ada pula yang merasakan kehadiran “penunggu” tak kasat mata di sekitar patung.
Menurut studi jurnal JEPE lewat Neliti, masyarakat Gumitir masih aktif melestarikan kesenian tradisional seperti tari Janger, penanda akulturasi budaya antara Banyuwangi, Jember, Blambangan, Bali, bahkan warisan kolonial. Ini juga sebagai bentuk penghormatan pada roh-roh penjaga kawasan.
Setidaknya ada tiga alasan mengapa kawasan ini termasuk dalam kategori kampung unik di Banyuwangi:
Kampung Unik di Banyuwangi bukan hanya soal kisah mistis, tapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga sejarah dan budaya lewat cerita rakyat. Kisah pasar gaib, patung Gandrung yang seolah menari, dan arwah para romusha adalah bagian dari narasi besar yang memperkaya identitas lokal. Mengunjungi kawasan ini bukan sekadar wisata alam atau horor, tapi perjalanan menyelami warisan yang hidup di tengah kabut pegunungan Gumitir.
Editor: Komaruddin Bagja