Ngeri, Warga Jombang Ini Kabur dari Tempat Isolasi karena Terus Diganggu Makhluk Halus
Kepada petugas, Gerry mengaku nekat kabur bukan karena ingin lari dari isolasi. Namun, beberapa malam di sana, dia merasa diganggu oleh makhluk halus atau makhluk tak kasat mata. Gangguan tersebut bahkan sudah berlangsung sejak malam pertama dia menjalani isolasi, pada 7 April lalu. Saat itu, dia melihat ada anak-anak kecil yang bermain dan terus mengganggu tidurnya sepanjang malam.
Gangguan terus berlanjut hingga malam kedua. Dia sering melihat orang mondar mandir. Namun, setelah diperiksa ternyata tidak ada orang sama sekali.
Terakhir pada malam keempat, Gerry terpaksa kabur karena melihat meja dan kursi di ruang kelas sebelah dan ruang UKS mendadak terbang dan berhamburan jatuh. Gerry yang ketakutan lari tunggang langgang dari ruangan itu dan berteriak meminta tolong. Namun, tidak ada yang mendengar. Dia akhirnya memanggil mertuanya untuk menemani di tempat isolasi.
“Saya hubungin mertua untuk menemani saya, beliau datang sekitar jam 2. Trus dilihat sama bapak, memang bangkunya jatuh berserakan. Itu bukan ulah manusia. Saya lari, bukan karena kabur. Saya lapor, tapi ga ada yang dengar, padahal saya sudah teriak-teriak. Saya hubungin mertua buat nemanin saya sambil nunggu instruksi,” kata Gerry Prasetyo saat ditemui di rumahnya, Kamis (16/4/2020).
Karena ketakutan, Gerry tidak berani melanjutkan isolasi di sekolah itu. Dia akhirnya memilih pulang ke rumahnya. Namun, dia mengaku sudah melapor kepada perangkat desa dan petugas medis yang menangani isolasinya. Sesuai kesepakatan, Gerry kini diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah.