Jembatan Penghubung Desa di Lereng Gunung Bromo Ambruk Diterjang Banjir
Jembatan penghubung itu diketahui merupakan peninggalan masa Orde Lama, sekitar tahun 1982. Konstruksinya pun masih menggunakan rollag bata merah, tanpa kawat baja sebagai tulang penahan.
“Karena usianya sudah lebih dari 30 tahun, saat diterjang banjir, jembatan mudah terkikis hingga ambrol,” kata petugas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ari Purnomo.
Sementara upaya perbaikan jembatan tua itu terus dilakukan dengan cara membuat penahan banjir. Bangunan juga akan diperkuat dengan penyangga baru di dua sisi. Namun, jika tak segera diperbaiki seluruhnya, jembatan dikhawatirkan tiba-tiba ambruk seluruhnya karena sudah lama tidak direnovasi.
Petugas mengimbau kepada warga dua kecamatan, yakni Kecamatan Sukapura dan Sumber untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemilik kendaraan roda empat diminta agar bersabar dan bergantian saat melewati jembatan.
“Terutama kepada warga yang bukan dari sini, harus lebih berhati-hati. Jagan sampai jatuh korban nanti,” ujarnya.
Editor: Maria Christina