Seorang warga Batu, Puji Prihati mengatakan, dirinya sengaja mengajak anaknya untuk melihat patung - patung dari sampah plastik ini.
"Karena saya di dunia pendidikan juga dan info ini sudah menyebar di dunia pendidikan juga, jelas tahu, dinas pendidikan juga menyebar," kata Puji.
Dia lalu mencoba memberi pemahaman pentingnya pengolahan sampah plastik yang membahayakan lingkungan kepada anaknya. Tujuannya agar menanamkan sejak dini kesadaran menjaga lingkungan.
"Saya bawa anak bahwa sampah itu ternyata bisa dimanfaatkan sedemikian rupa. Utamanya sekarang bisa kita lihat dimanfaatkan sebagai patung-patung ini salah satu bentuk pembelajaran juga," paparnya.
Perempuan yang juga guru ini mengakui pameran patung dari sampah plastik ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Pasalnya, sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan bisa dimanfaatkan sedemikian rupa dan menghasilkan karya yang patut diapresiasi.
"Ini orang-orang yang kreatif begitu, kreatif, berinovasi, sehingga sesuatu yang tidak berguna sekarang jadi berguna. Ini bisa dinikmati oleh warga Kota Batu, unik," ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki