Jalan Antarkecamatan di Mojokerto Amblas Sepanjang 20 Meter akibat Erosi Sungai
"Pada bagian sisi jalan tidak ada plengsengan sehingga batangan beton ambrol. Mestinya saat pembangunan juga disertai tembok penahan tanah biar kalau terkena arus sungai tidak langsung ke bahu jalan," katanya.
Dia sempat ketar-ketir tempat usaha bengkel motor miliknya yang berada persis di bantaran Sungai Marmoyo sewaktu-waktu ambrol. Lantaran sebagian fondasi bengkel juga sudah mengalami kerusakan akibat tergerus air sungai.
"Ya takut kalau tiba-tiba tempat bengkel ikut ambrol. Maka itu sebagian barang sudah kami pindahkan ke tempat yang aman. Sementara kita tidak pakai yang di dalam, hanya di teras luar saja," kata Johan.
Dia berharap Pemkab Mojokerto segera mengambil tindakan dan melakukan perbaikan jalan amblas ini, termasuk memasang tembok penahan tanah guna mengurasi erosi di sepanjang bantaran Sungai Marmoyo.
Sementara itu, Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, Henri Surya memastikan segera melakukan penanganan darurat untuk perbaikan jalan amblas itu. Rencananya, perbaikan menggunakan dana anggaran pemeliharaan rutin tahun anggaran 2021.
Penanganan jalan amblas di Mojojajar Kemlagi akan dilakukan dengan tanah urug sembari menunggu material pengaspalan. Pihaknya akan memasang penahan tanah di sisi Sungai Marmoyo untuk mencegah pengikisan sehingga tidak merusak jalan.
"Kami akan koordinasi dengan BBWS Brantas untuk pemasangan tembok penahan tanah," kata Henri.
Editor: Maria Christina