Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Bumi Hari Ini Guncang Malang Jatim, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Industri Pengolahan Sampah Plastik Senilai Rp400 Miliar Dibangun di Kabupaten Malang

Rabu, 18 Mei 2022 - 19:32:00 WIB
Industri Pengolahan Sampah Plastik Senilai Rp400 Miliar Dibangun di Kabupaten Malang
Pencanangan Program Bersih Indonesia dari sampah plastik (Foto: MPI/Avirista Midaada).
Advertisement . Scroll to see content

Pihaknya menyebut, nilai investasi dari industri pengolahan sampah plastik ini mencapai 29 juta US dollar atau ketika dirupiahkan mencapai Rp 426 miliar lebih. Nantinya untuk mendukung investasi industri pengolahan sampah plastik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kabupaten Malang bakal membuat regulasi pengelolaan sampah. 

"Kita bikin Perda untuk perda kebersihan dimana masyarakat diwajibkan memilah sampahnya dengan kita berikan tempat sampah yang terdiri dari tiga jenis, sampah organik, sampah plastik, dan sampah metal," kata Sanusi. 

Di regulasi itu nantinya bakal diatur pemilihan sampah plastik mulai dari rumah tangga hingga hilirnya ke industri pengolahan sampah yang telah dicanangkan. 
 
"Di rumah - rumah nanti sudah ada itu (pemilihan sampah), dan regulasinya masyarakat dilarang buang sampah sembarangan. Nanti sampah itu bisa dibuang di tempatnya, lalu petugas ngambil bank sampah jadi kendaraan yang plastik diambil kendaraan plastik, yang organik diambil kendaraan organik ada kendaraan roda tiga yang keliling," ujarnya. 

Harapannya dengan industri pengolahan sampah tersebut mampu menyerap sebanyak 3.000 pekerja di Kabupaten Malang mulai hulu hingga hilir. Hal ini agar memanfaatkan sampah menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Malang. 

"Dari program Alliance bersma Kementerian Manivest dan menimbulkan 3.000 pekerja untuk bisa bekerja dalam pengelolaan sampah plastik. Dengan program bersih Indonesia kami harap menandai program strategis dalam hal pengelolaan sampah yang lebih efektif," katanya. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut