PONOROGO, iNews.id - Suami Winarsih, ibu rumah tangga di Kabupaten Wonogiri, Jawa Timur (Jatim), yang tega meracuni anaknya lalu bunuh diri, menilai korban memiliki gangguan kecemasan. Sebab, dia kerap berprasangka buruk ke orang lain, bahkan menganggap warga sekitar memusuhi dirinya.
Suami korban, Sukron Candani mengatakan, kondisi seperti ini sudah lama dialami sang istri. Bahkan pada 2008 hingga 2015, dia sampai memilih untuk tidak bekerja dan menemani istrinya tersebut.
Ibu di Wonogiri Racuni 2 Anak lalu Bunuh Diri, Suami Klaim Tak Pernah Terlantarkan Keluarga
"Jadi selama itu saya hanya di rumah sama istri saya dan anak-anak. Lalu di tahun 2015, istri saya meminta saya mencari kerja," kata Sukron kepada wartawan di RSUD Harjono Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Jumat (13/12/2019).
Gangguan kecemasan itu, kata dia, mulai dirasakan kerap kambuh pada 2009. Karena itulah dia lebih memilih mendampingi Winarsih, lantaran khawatir menemaninya sendiri di rumah bersama anak-anak.
Ibu Racuni 2 Anak lalu Bunuh Diri di Wonogiri Diduga karena Depresi Diterlantarkan Suami
Sukron membantah kalau masalah itu timbul karena dirinya memutuskan poligami. Menurutnya, sang istri sudah menerima dan ikhlas atas keputusannya menikah lagi. Begitu juga keluarga dari Winarsih yang sudah tahu fakta itu dan menerima kondisi itu.