Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fenomena Bediding Landa Bromo, Lautan Pasir Membeku Diselimuti Kristal Es
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Turis Kencing di Gunung Bromo, Pengelola Telusuri Identitas Pelaku 

Rabu, 14 September 2022 - 17:50:00 WIB
Heboh Turis Kencing di Gunung Bromo, Pengelola Telusuri Identitas Pelaku 
Tangkapan aksi viral bule mengencingi kawah Gunung Bromo. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Aksi tak terpuji turis kencing di atas Gunung Bromo terus menuai kecaman. Pihak pengelola wisata pun bergerak cepat menelusuri identitas turis tersebut. 

Upaya ini dilakukan karena Gunung Bromo disakralkan oleh masyarakat suku tengger. Selain itu tindakan tersebut juga menodai norma adat dan kesopanan. 

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat mengungkapkan, masih melakukan penyelidikan terkait identitas sebenarnya dari turis asing tersebut.

"Masih dipantau (identitasnya). Kita dapat dari medsos, teman-teman di lapangan masih saya pantau belum tahu waktunya. Nanti akan coba tanya recordnya lokasi kejadiannya kapan," ucap Sarif saat dihubungi MNC Portal, pada Rabu sore (14/9/2022).

Diakui memang sejauh ini prosedur masuk ke kawasan Wisata Gunung Bromo telah diberikan pemberitahuan di sistem dan persyaratan, saat melakukan pembelian dan pembayaran tiket secara online. Tetapi identitas pembeli tiket sebenarnya bisa berbeda dengan yang memasuki area TNBTS.

"Nanti kita cek, akunnya sudah search juga akan kita cek. Booking online modusnya macam-macam, masuk namanya siapa, tapi bookingnya siapa," katanya.

Nantinya untuk mengantisipasi hal serupa pihaknya bakal memperketat pengawasan dan mengedukasi masyarakat, termasuk pelaku jasa wisata agar saling mengingatkan. 

"Kita akan edukasi melalui media sosial dan sarana media lainnya. Kita punya forum pelaku jasa wisata, nanti akan kita sampaikan walaupun di booking Bromo online ada ketentuan aturannya, salah satunya menghormati aturan kearifan lokal masyarakat," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut