“Ini stok lama, karena kemarin yang dari China ga boleh masuk ke Indonesia,” katanya, Selasa (11/2/2020).
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa membenarkan jika sebagian besar bawang putih yang ada di Indonesia berasal dari China. “Saya minta kepada seluruh distributor bawang putih, ga usah ditimbun-timbun karena stok yang hari ini untuk Jatim sangat cukup dan pelarangan impor bawang putih yang sempat tersiar, itu tidak benar,” katanya.
Menurut Khofifah, kenaikan harga bawang putih beberapa hari lalu merupakan kenaikan psikologis. Ini akibat adanya informasi seolah-olah semua barang impor dari China dihentikan.
“Padahal yang dilarang impor itu hewan hidup, selain itu tidak dilarang,” katanya.
Sebelumnya, harga bawang putih di Surabaya sempat meroket mencapai Rp60.000 selama tiga pekan. Kenaikan harga ini karena pasokan bawang putih dari China sempat dihentikan karena isu merebaknya virus korona.
Setelah diinvestigasi, isu virus korona tidak terbukti dan melalui Menteri Perdagangan, pemerintah akhirnya mengeluarkan surat rekomendasi impor bawang putih. Akibatnya harga berangsur turun.
Bawang putih yang beredar di Jatim ini sudah melalui tahap pemeriksaan dan uji laboratorium. Hasilnya tidak ditemukan virus korona yang menyentuh barang holtikultura dari China.
Editor: Umaya Khusniah