Gus Sholah Wafat, Ini Kenangan Machfud Arifin hingga Petinggi PKB Jatim
Machfud mengaku selalu diajak makan bersama ketika sowan ke Gus Sholah. Di meja makan itu, tak ada kesan formal. Gus Sholah dan Bu Nyai mengajak makan Machfud seperti sedang bersama adiknya sendiri.
Yang membuat Machfud senang silaturahmi ke Gus Sholah adalah sosok itu sangat senang berbagi wawasan. "Beliau itu wawasannya luas. Meskipun tokoh besar, kiai kharismatik, tapi beliau senang berdiskusi dengan siapa pun. Wawasannya soal kebangsaan sangat luar biasa," katanya.
Machfud mengaku sempat membesuk Gus Sholah ketika terbaring sakit. "Saya dan seluruh bangsa Indonesia pasti berduka dengan meninggalnya Gus Sholah. Kita semua kehilangan sosok guru bangsa," katanya.
Penilaian sama juga disampaikan Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi. Menurutnya, Gus Sholah sosok yang rendah hati dan tidak bersekat dengan masyarakat. Sebagai tokoh besar yang lahir dari dzurriyah pendiri NU Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari, Gus Sholah kata Gauzan terbiasa bergaul dengan siapa saja tanpa, melihat asal-usul yang bersangkutan.
"Tahun 2005, saat saya masih Ketua PC PMII Kota Malang, saya pernah mengundang beliau hadir dalam sebuah kegiatan dan saya tidak menyangka sama sekali kalau beliau berkenan hadir. Padahal saya mengundang beliau hanya via telepon, dan beliau tentu saja tidak mengenal siapa saya," ujarnya.
Bahkan, pada tahun 2013, Fauzan juga mengaku sempat berunjuk rasa bersama Gus Sholah di depan KPU Jatim. Momen itu terjadi saat pencalonan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jatim terganjal. "Tokoh sekaliber beliau rela turun jalan demi memperjuangkan kebenaran," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki