Gus Ipul Apresiasi Perubahan Pola Tangkap Ikan Nelayan Bangsring
Kelompok mulai melakukan perubahan dengan mengubah pola tangkap nelayan lebih ramah lingkungan. Mereka membuat kawasan konservasi seluas 15 hektare (ha) di wilayah Pantai Bangsring. Di wilayah tersebut, tidak boleh ada aktivitas penangkapan ikan dan pengambilan karang.
Selain itu, secara otodidak mereka melakukan transplantasi terumbu karang dengan menggunakan rak dari pipa paralon. Bibit karang yang diambil dari karang yang sehat diikat dengan senar di pipa paralon lalu ditenggelamkan di dalam laut. Saat ini, ada ribuan rak paralon transplantasi karang yang telah ditenggelamkan di wilayah zona perlindungan bersama.
Rak tranplantasi tersebut dibuat dengan sistem donasi dari penyumbang. Para nelayan juga melakukan perawatan secara berkala terumbu karang yang ditanam. “Selain ribuan rak transplantasi di wilayah zona perlindungan, juga ada 500 apartemen ikan serta ratusan karang buatan yang kami letakkan di dalam laut. Yang terakhir, ada sistem biorock agar pertumbuhan karang lebih cepat,” kata Ikhwan.
Apa yang dilakukan Ikhwan dan kawan-kawan, kata Gus Ipul, menjadi contoh bahwa masyarakat akan maju kalau berani melakukan perubahan. “Saya dan Mbak Puti bertekad melakukan perubahan secara berkelanjutan. Saya paham benar soal Jawa Timur karena hampir sepuluh tahun saya menjadi wakil gubernur,” katanya.
Zona konservasi yang dikelola oleh nelayan Samudra Bakti tersebut saat ini dikenal dengan tempat wisata Bangsring Under Water. Lokasi ini telah menyedot perhatian ribuan wisatawan setiap tahunnya. Secara ekonomi, nelayan di Bangsring pun sudah membaik.
Editor: Maria Christina