Guru Honorer di Blitar Ancam Mogok Lebih Lama Jika Tak Jadi PNS
Mereka juga menuntut pemerintah untuk memberikan kemudahan mengikuti sertifikasi seperti guru PNS. “Kami menuntut hak kami untuk diangkat jadi PNS, karena sekarang untuk jadi PNS dibatasi maksimal 35 tahun. Mau dibawa ke mana nasib kami yang sudah berumur 40 tahun,” katanya.
Guru honorer lainnya, Dian Ekandari mengaku tidak tega meninggalkan peserta didik akibat aksi mogok mengajar para guru honorer. Upaya itu dilakukan demi menggugah hati pemerintah untuk memerhatikan nasib guru honorer.
“Kami sebenarnya tidak tega mogok mengajar. Kami hanya memfasilitasi ide teman-teman. Kalau memang dalam seminggu ini tidak ada perubahan kebijakan, mungkin waktu mogok mengajarnya akan kami perpanjang jadi sebulan,” tandasnya.
Aksi mogok mengajar para guru honorer di Blitar yang sudah berlangsung selama tiga hari ini nyaris melumpuhkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di semua sekolah. Mengantisipasi hal itu, jajaran Satlantas Polres Blitar, Jawa Timur (Jatim) menjadi guru dadakan di sejumlah Sekolah Dasar (SD). Para anggota polisi ini terpaksa turun tangan menyusul aksi mogok para guru di Kabupaten Blitar sejak Senin (24/9/2018).
Tak ingin waktu belajar hilang, para anggota polisi itu datang menggantikan. Tidak hanya mengisi pelajaran di dalam kelas, mereka juga mengajak para siswa berinteraksi dengan memperkenalkan dasar-dasar lalu lintas.
Semula para siswa sedikit canggung. Namun, lama kelamaan mereka menikmati dan mengikuti semua arahan para polisi. Bahkan beberapa siswa tampak antusias kala para anggota korps bhayangkara ini mengajarkan cara berlalu lintas yang benar.
Editor: Kastolani Marzuki