Guru di Blitar Mogok Mengajar, Polisi Mengisi Pelajaran di Sejumlah SD
Kasatlantas Polres Blitar AKP Moh Amirul Hakim mengatakan, inisitif mengajar ini muncul karena mereka kasihan dengan para siswa. Dia berharap, meski ditinggal guru mogok, para siswa tetap mendapatkan ilmu sehingga waktu tidak terbuang sia-sia.
“Kami datang ke sini (sekolah) untuk menyampaikan hal yang bersifat edukatif. Salah-satunya pelajaran terkait lalu-lintas,” kata Hakim.
Kepala Sekolah SDN Sidodadi II Endang Suprihno mengatakan, sejak ditinggal para guru mogok, aktivitas belajar-mengajar menjadi telantar. Sebab, lima dari sembilan guru di SD tersebut ikut mogok. Otomatis, hanya empat guru yang aktif.
“Gurunya cuma sembilan yang honorer ada lima mogok semua. Jadinya terganggu,” kata Endang.
Untuk dikertahui, para guru yang bertatus honorer tersebut mogok menyusul rekrutmen CPNS yang membatasi usia pendaftar maksimal 35 tahun. Aturan tersebut membuat peluang mereka untuk menjadi PNS tertutup.
Editor: Muhammad Saiful Hadi