Gelar Khotmil dan Nuzulul Quran Daring, Gubernur Khofifah Raih 2 Penghargaan Muri
Khofifah menceritakan, awalnya dia mencari format bagaimana menyelenggarakan peringatan Nuzulul Quran di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap melakukan protokol kesehatan yakni physical distancing, namun tidak mengurangi khidmat acara.
Di saat bersamaan, beberapa bupati dan wali kota juga sama-sama ingin memperingati Nuzulul Quran dan bermunajat bersama. Untuk itu dipilihlah 17 bupati/wali kota yang mewakili wilayah mulai ujung timur, barat, utara dan selatan Jatim.
“Akhirnya ketemulah format secara daring tersebut. Kami tidak menyangka Muri menangkap momen tersebut,” tutur gubernur perempuan pertama Jatim itu.
Dalam menangani pandemi Covid-19, kata dia, ikhtiar profesional harus diikuti ikhtiar spiritual. Untuk itu, acara Khotmil Quraan dan Nuzulul Quraan 1441 H secara daring yang diselenggarakan Pemprov Jatim menjadi bagian dalam ikhtiar spiritual yang dilakukan.
Khofifah menekankan, seluruh ikhtiar profesional sudah dilakukan untuk menangani Covid-19. Tim medis, para dokter, perawat sampai dengan sopir ambulan juga telah melakukan ikhtiar profesionalnya.
“Jadi ikhtiar spiritual juga kami lakukan sehingga berharap bisa cepat keluar dari pandemi ini,” ujar mantan menteri sosial ini.
Sementara itu Jaya Suprana mengatakan, rekor ini bukan sekedar rekor biasa Indonesia, tapi juga rekor dunia. Ini prestasi yang layak dibanggakan bukan hanya warga Jatim tapi seluruh bangsa Indonesia.
Editor: Zen Teguh