“Kami mendorong UMKM lebih meningkat, melakukan terobosan dan inovasi agar olahan ikan lebih diminati. Raihan rekor MURI itu menunjukkan Kota Probolinggo punya potensi olahan ikan yang besar,” tuturnya.
Habib Hadi mengatakan, meski tergolong agenda baru, festival ikan asap diharapkan bisa menjadi agenda rutin Pemkot Probolinggo. Festival itu menjadi bentuk pemasaran, mengasah kreasi dan inovasi untuk menambah asupan gizi bagi anak-anak.
“Tujuan kami ingin menggugah kesadaran tentang besarnya potensi perikanan di Kota Probolinggo yang ditandai hasil tangkapan nelayan mencapai 16.000 ton pada tahun 2018, sehingga itu potensi yang besar untuk dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya angka konsumsi ikan di Kota Probolinggo masih jauh dari target nasional sebesar 45,37 kg/kapita/tahun karena konsumsi makan ikan Kota Probolinggo hanya 35,70 kg/kapita/tahun. Festival itu juga sebagai momentum mempromosikan Kota Probolinggo sebagai salah satu branding kuliner khas.
“Ikan asap merupakan kuliner yang murah, enak dan mudah didapat. Saya berharap dengan adanya festival ikan asap ini akan muncul banyak dampak yang positif bagi masyarakat,” katanya.
Editor: Maria Christina