Fakta Pelecehan Seksual oleh Dokter RS di Malang, Ini Penjelasan Persada Hospital
Dia juga menyayangkan terduga pelaku memeriksa bagian sensitif pasien saat tidak ada pendamping dan tidak ditemani oleh tenaga kesehatan rumah sakit.
Apalagi pemeriksaan dilakukan ke organ sensitif pasien yang seharusnya, ada prosedur dijalankan sebagaimana mestinya.
"Jadi dokter di rumah sakit memang pelayanannya itu, kita banyak melakukan pemeriksaan pada dalam tanda petik kadang-kadang, organ-organ vital dan seterusnya gitu. Prinsip kedokteran ketika kita melakukan pemeriksaan itu mesti harus ada persetujuannya baik lisan dan tertulis," ucapnya.
Menurutnya, terkait dugaan pelecehan seksual dengan mendokumentasikan bagian sensitif korban, kini masih didalami. Pihak rumah sakit dinilai masih menunggu keterangan terduga korban QAR untuk dimintai keterangan.
"Pada kali ini ternyata menurut pengadu itu dilewati, itu kita harus mendengarkan informasi dari pengadu, kami termasuk berkomunikasi dengan beliau (pengadu atau terduga korban), sehingga kita bisa menyelesaikan secara efektif berkaitan dengan kejadian hari itu. Jadi dalam standar kedokteran, etika kedokteran itu sudah diatur," katanya.