Fakta-Fakta Menarik Jembatan Nasional Suramadu, Terpanjang di Indonesia dan Tahan Gempa
Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian, yakni jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
Pembagian tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk mencegah lalu lintas padat. Lalu, mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai jembatan terpanjang di Indonesia, sehingga memperkuat reputasi Jembatan Suramadu sebagai simbol prestasi bangsa.
Jembatan Suramadu dirancang agar memiliki ketahanan terhadap guncangan gempa hingga kekuatan magnitudo 7. Ketahanan terhadap gempa ini penting karena jembatan tersebut menghubungkan dua pulau.
Selain itu, jembatan Suramadu dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja. Jembatan Suramadu dibangun dengan desain yang memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan. Itulah sebabnya, di bagian bentang tengah Suramadu disediakan ruang seluas 400 meter dengan tinggi sekitar 35 meter.
Pembangunan jembatan ini dicetuskan oleh salah satu tokoh insinyur sipil, yaitu Prof. Dr. Ir. R R.M Sedyatmo pada era Soekarno 1960-an.