Ekspedisi Bengawan Solo Himapala Unesa Dokumentasikan Jejak Peradaban
Tim ekspedisi bukan tanpa hambatan. Sejak daerah hulu, mereka dihadapkan batuan padas dan pendangkalan sungai. Di Kabupaten Bojonegoro, mereka harus melawan angin kencang dari arah berlawanan.
Tim ekspedisi Bengawan Solo akhirnya sampai di muara sungai, desa Pangkahwetan, Ujungpangkah, Gresik pada Minggu (12/8/2018). Pengalungan bunga oleh sejumlah pejabat dan menandai berakhirnya jelajah sungai purba itu.
”Ekspedisi Bengawan Solo tidak hanya meninggalkan kisah pengarungan sungai terpanjang di Pulau Jawa, melainkan tim ekspedisi juga melakukan penelitian kualitas air sungai dari hulu-hilir,” kata Syahrul.
Dia menerangkan, hasil ekspedisi ini akan didokumentasikan dalam bentuk buku dan video. Selain itu juga dipublikasikan kepada khalayak luas.
”Ekspedisi ini diharapkan menjadi pintu data baru mengenai sungai Bengawan Solo yang saat ini perlu perhatian khusus sebagai sungai terpanjang di pulau Jawa sekaligus sebagai sungai purba yang telah memberikan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya,” kata dia.
Pegiat olahraga alam bebas Nasrudi Naka mengapresiasi kegiatan ini. Menurut dia, hasil Ekspedisi Bengawan Solo dapat menambah referensi bagi para pemangku kepentingan untuk memikirkan nasib sungai ini ke depan.
"Semua pihak harus berpikir bahwa Bengawan Solo adalah napas kehidupan bagi masyarakat sekitar. Jangan sampai sungai ini dari waktu ke waktu akan makin tercemar," ujar mantan Ketua Umum Himapala Unesa ini.
Editor: Zen Teguh