Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Anak asal Subang Idap Difteri, 1 Orang Koma di RSHS Bandung
Advertisement . Scroll to see content

Dinkes Tetapkan Gresik KLB Wabah Difteri

Selasa, 12 Desember 2017 - 18:04:00 WIB
Dinkes Tetapkan Gresik KLB Wabah Difteri
Sejumlah anak menahan rasa sakit saat divaksin difteri di Surabaya. (Foto: Dok. iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

"Difteri ini penyakit yang cukup berbahaya. Dan juga sangat menular, termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Karena itu, masyarakat harus waspada,” kata dia.

Lebih penting lagi bagi masyarakat, lanjut Dholam, penyakit ini bisa mengakibatkan kematian lantaran sumbatan saluran napas. Sehingga menimbulkan komplikasi pada lapisan dinding jantung bagian tengah, gagal ginjal, gagal napas dan gagal sirkulasi.

Dholam menambahkan, bila gejala difteri bisa dilihat dari panas batuk, batuk pilek dan pembengkakan pada leher. Gejala itu bisa juga dilihat saat sakit waktu menelan. "Kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck," ungkapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik Mukhibatul Khusnah menambahkan, rata-rata yang terjangkit penyakit tersebut anak-anak. Karena itu, pihaknya akan melakukan kewaspadaan dini, agar penderita difteri terus berkurang.

Meski sangat menular dan dapat menyebabkan kematian, namun Mukhibatul Husnah menyatakan, penyakit itu bisa diatasi dengan pola pencegahan dan cara penanganan yang cepat. Lainya, dapat dicegah dengan imunisasi rutin yang lengkap. "Khususnya dengan melakukan imunisasi dasar pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18-24 bulan, dan usia sekolah dasar,” tandasnya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut