Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bangkalan Fokus Perbaikan Gizi Anak, Muhammad Mosleh: Peran Komunitas Jadi Kunci Tekan Stunting 
Advertisement . Scroll to see content

Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045, Pemkot Mojokerto Komitmen Menuju Zero Stunting

Rabu, 20 Juli 2022 - 20:50:00 WIB
Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045, Pemkot Mojokerto Komitmen Menuju Zero Stunting
Wali Kota Mojokerto sampaikan komitmen bersama dalam upaya mewujudkan zero stunting. (Foto: dok Pemkot Mojokerto)
Advertisement . Scroll to see content

Cara kerja yang demikian, oleh Ning Ita disebut sebagai sebuah program keroyokan. Dia meyakini bahwa hal tersebut akan membuat tujuan lebih cepat tercapai dari pada dilakukan masing-masing.

Wali Kota dan jajaran Forkopimda saat menyampaikankomitmen bersama Kota Mojokerto menuju zero stunting. (Foto: dok Pemkot Mojokerto)
Wali Kota dan jajaran Forkopimda saat menyampaikankomitmen bersama Kota Mojokerto menuju zero stunting. (Foto: dok Pemkot Mojokerto)

Pada 2021, berdasarkan SSGI (Studi Status Gizi Indonesia), prevalensi stunting di Kota Mojokerto berada di angka 6,9. Angka tersebut merupakan terendah di Jawa Timur dan ke-2 di tingkat nasional.

Namun, Ning Ita meminta agar pihaknya tidak berpuas hati terhadap hasil tersebut, mengingat zero stunting adalah program nasional yang harus dicapai di seluruh daerah di Indonesia.

"Kota Mojokerto ingin bercita-cita menjadi daerah yang bisa mendukung menyukseskan program nasional yaitu mewujudkan sdm yang berkualitas, demi cita-cita nasional indonesia emas 2045," ucap Ning Ita.

Penandatanganan komitmen bersama antara Wali kota, DPRD dan Kepala Bappedalitbang. (Foto: dok Pemkot Mojokerto)
Penandatanganan komitmen bersama antara Wali kota, DPRD dan Kepala Bappedalitbang. (Foto: dok Pemkot Mojokerto)

Senada dengan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto, dr. Triastutik Sri Prastini, Sp.A yang mengatakan jika kebutuhan gizi sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

"Terutama dalam 1000 hpk (hari pertama kehidupan). Mengingat masa tersebut adalah masa emas yang menentukan tumbuh kembang anak kedepannya secara signifikan," ujarnya.

Rembug Stunting ini menghadirkan narasumber dari tenaga ahli Pool Iney LGCB-ASR (Local Government Capacity Building for Acceleration of Stunting Reduction) Regional III Kemendagri, dengan narasumber pendamping Wakil Ketua 1 DPRD Kota Mojokerto Sony Basuki Rararjo, Agung Moeldjono S Kepala Bappedalitbang, dan dr. Triastuti Sri Prastini, Sp.A selaku Kepala DinkesP2KB. 

Editor: Anindita Trinoviana

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut