Demi Terlihat Gagah, Kuli Bangunan di Surabaya Ini Jadi TNI Gadungan
"Ternyata, bukan cuma seragam dinas saja. Dia juga punya senjata tajam dan pistol (air soft gun)," ujarnya.
Sejauh ini, belum ada kerugian materiil dari masyarakat yang resah atas perilaku Sutoyo. Namun, masyarakat di sekitar sudah sangat percaya dengan tentara gadungan ini.
Dia bahkan sempat mengajar sebagai guru honor di sekolah kawasan Sukomanunggal. Sutoyo sudah berpura-pura menjadi TNI selama satu tahun terakhir, dan membuat masyarakat sekitar yakin padanya.
Menurut pengakuan Sutoyo, dia membeli pakaian dinas TNI AL di Pasar Turi Surabaya seharga Rp50.000. Sedangkan, senjatanya dia dapat dari pemberian orang.
"Dulu pengin jadi TNI AL, cuma gagal. Ini untuk gagah-gagahan saja," kata Sutoyo.
Sutoyo dijerat Undang-Undang No 12 Tahun 1951, karena membawa senjata jenis air soft gun dan satu butir peluru aktif, serta senjata tajam tanpa izin. Kini dia terancam hukuman 10 tahun penjara.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal