Dahsyatnya Banjir Lahar Hujan Semeru Tutup Jalur Lumajang-Malang, 2 Rumah Rusak
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Is Nugroho, menjelaskan penyebab banjir lahar hujan Gunung Semeru adalah hujan deras di kawasan puncak gunung. Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat getaran banjir dengan amplitudo maksimal 35 milimeter.
“Berdasarkan informasi PVMBG terjadi banjir lahar hujan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimal 35mm, cukup besar hingga menyebabkan letusan sekunder di sepanjang jalur aliran lahar,” ujarnya.
Letusan sekunder memicu semburan abu dan asap yang memperburuk kondisi di sekitar jembatan. BPBD meminta masyarakat tidak mendekati jalur aliran lahar karena potensi bahaya masih tinggi.
Is Nugroho menambahkan bahwa banjir lahar hujan Gunung Semeru berdampak pada pemukiman di sekitar aliran lahar.
“Ada 2 rumah yang terdampak di Sumberlangsep, tapi anggota kami masih melakukan asesmen,” katanya.
Material lahar menghantam rumah-rumah yang berada terlalu dekat dengan bantaran sungai. Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BPBD Lumajang masih melakukan pendataan detail untuk memastikan skala kerusakan yang terjadi. Masyarakat diminta tetap siaga mengingat cuaca dan aktivitas vulkanik Semeru masih fluktuatif.
Editor: Donald Karouw