Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Braak! Truk Angkut 6 Ton Kayu Tabrak Rumah dan Warung di Mojokerto, 3 Luka-Luka
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Sopir Truk Dimintai Uang Kopi oleh Oknum Dishub dan Polisi gegara Muatan

Jumat, 11 Maret 2022 - 19:24:00 WIB
Cerita Sopir Truk Dimintai Uang Kopi oleh Oknum Dishub dan Polisi gegara Muatan
Sopir truk di Malang melakukan aksi mogok massal, menolak aturan ODOL, Jumat (11/3/2022). (Foto: MPI/Avirista Midaada).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Sopir truk logistik mengaku kerap kali dimintai uang oleh oknum kepolisian dan dinas perhubungan (dishub). Penyebabnya karena kendaraan yang dikemudikan tak sesuai lebih kecil dibandingkan standar muatan yang dibawa.

Pengakuan itu disampaikan para sopir saat menyampaikan protes terkait aturan ODOL di di Kantor Dishub UPT Prasarana Perhubungan LLAJ Malang di Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (11/3/2022). Mereka mengaku kerap dijadikan objek pungli oleh polisi maupun petugas dishun gegara muatannya. 

Hendra Mandra, koordinator aksi sopir Malang raya mengakui adanya pungutan liar berkedok penilangan, karena muatan yang melebihi muatan di beberapa daerah, baik jalan tol maupun non-tol. Biasanya uang pungutan itu diminta dengan kode uang kopi senilai rata-rata Rp50.000

"Sebenarnya sekali jalan kalau sudah satu kali tilangan nggak bisa ditilang lagi. Mungkin oknum sebagian yang minta uang kopi. Kalau sedikit nggak apa-apa, kalau banyak ya susah," kata Hendra, ditemui MNC Portal saat aksi mogok sopir truk se-Malang Raya, Jumat (11/3/2022).

Dia menceritakan, bila sekali jalan mengirim sayuran dari Kota Batu ke Jakarta, pernah beberapa kali dimintai uang kopi. Pasalnya petugas menilai muatannya melebihi kapasitas kendaraan yang ditentukan. Bila dikalikan sekali dimintai uang Rp 50 ribu, maka selama perjalanan dari Kota Batu ke Jakarta, bisa mencapai Rp 500 ribu memberikan uang kopi kepada oknum kepolisian maupun petugas Dishub.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut