Cerita Romantis Presiden Soekarno dengan Penari Haryati, Ini Surat Cintanya
Istilah anak muda kekinian yakni Bucin yang merupakan akronim dari budak cinta. Sebuah gambaran betapa tergila-gilanya seorang laki-laki atau perempuan terhadap pasangan yang dicintai.
Situasi itu terlihat saat Bung Karno jatuh hati kepada Haryati, seorang penari sekaligus Staf Sekertaris Negara Bidang Kesenian. Saat menikahi Haryati, Bung Karno sebelumnya sudah lima kali menikah.
Dia pertama kali menikah dengan Siti Oetari, putri HOS Tjokroaminoto (1921). Kemudian pada tahun 1923, Bung Karno menikah dengan Inggit Garnasih. Lalu, di usia 42 tahun menikahi Fatmawati yang berusia 20 tahun, menikahi Hartini di Cipanas pada tahun 1953, dan menikah dengan Ratna Sari Dewi pada tahun 1962.
Bung Karno kembali menjadi seorang “bucin” saat mendekati Haryati yang muda dan berparas ayu. Mereka menikah pada 23 Mei 1963 secara sederhana. Meski sudah menjadi pasangan suami istri, sikap kasmaran Bung Karno tetap terpancar kuat.
Hal itu terlihat dari kata-kata mesra Bung Karno yang tertuang dalam surat yang ditujukan kepada Haryati. Surat cinta yang ditulis tangan Bung Karno pada 31 Agustus 1963 itu terdiri dari dua lembar. Nada kemesraan itu sudah nampak di kalimat awal.