Cerita Mistis Bekas Taman Rekreasi Kota Malang, 3 Patung Bergerak sendiri Malam Hari
Pemerhati budaya Agung H. Buana menjelaskan, tiga patung ini awalnya tidak berlokasi di taman wisata yang kini tak lagi berfungsi. Namun karena proses pencarian sumber mata air hingga berpuluh-puluh meter dalamnya yang dilakukan selama berhari-hari tak juga menemukan diputuskan menggunakan cara supranatural. Dari sanalah diperoleh kesepakatan dengan makhluk tak kasat penunggu sumber mata air untuk menaruh patung di lokasi tersebut.
"Beberapa masukan warga dan sesepuh di sini Sumber-sumber air di sekitar balai kota ada penunggunya dan menjaga secara spiritual. Ada dua sumber besar di sini dan kolam renang besar. Sumber inilah kebutuhan air balai kota terpenuhi. Syarat (penunggu sumber mata air ini) yang dimintakan minta dipasangkan patung ini," ucap Agung Buana.
Menurutnya, patung ini awalnya berada di rumah dinas wali kota saat tengah dijabat oleh Soesamto yang menjabat antara tahun 1988 sampai 1998. Patung itu memang sengaja dibuat dan diletakkannya di depan rumah yang dianggap sebagai bagian dari penjaga rumah wali kota saat itu.
Menariknya ada kisah misteri sendiri dikatakan Agung, pada tiga patung sebelum akhirnya dipindahkan ke kawasan Tarekot belakang Balai Kota Malang pada tahun 2013. Saat berada di rumah dinas wali kota, patung tersebut membawa sebuah busur dan panah yang mengarahkannya ke luar rumah membelakangi rumah, yang dipercaya dapat menjadi tolak bala atau membentengi dari hal-hal yang tak baik, karena energi yang dimilikinya.
"Tetapi entah gimana ceritanya saat hendak dipindahkan ternyata patung itu berbalik arah memanahnya, mengarahkan busur panahnya ke dalam rumah. Kalau orang Jawa kan nggak baik makanya dipindah," ungkap dia.