Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duka Kloter 12 Malang, 2 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Pesawat dan Bus
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Mencekam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan: Banyak Anak Nangis Berlindung di Warung

Minggu, 02 Oktober 2022 - 16:33:00 WIB
Cerita Mencekam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan: Banyak Anak Nangis Berlindung di Warung
Suasana saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim (Antara)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Mencekam, begitu suasana saat terjadi kerusuhan di Stadion KanjuruhanMalang, Jawa Timur (Jatim). Suasana ngeri digambarkan oleh HH, pemilik warung sekaligus penjual makanan di stadion markas Arema Malang.

Perempuan berusia 20 tahun itu ingat betul kelamnya Kanjuruhan pada Sabtu malam (1/10/2022). Dia bisa mengingat bagaimana ngerinya ribuan Aremania menyelamatkan diri dari kejaran petugas keamanan.

Dia menggambarkan, situasi dan kondisi di luar stadion saat kerusuhan diwarnai dengan teriakan pendukung. Mereka berlari kocar-kacir untuk menyelamatkan diri dari kejaran polisi.

"Ada banyak suara suporter yang berlarian di depan warung. Kemudian juga ada suara lemparan batu, suara tembakan. Bahkan, ada lebih dari 30 Aremania yang membuka rolling door warungnya untuk bisa menyelamatkan diri," kata HH saat ditemui di lokasi, Minggu (2/10/2022).

Dia menambahkan, sejumlah suporter ikut menyelamatkan diri ke warungnya, beberapa di antaranya masih anak-anak TK hingga sekolah dasar (SD). 

"Semuanya nangis histeris. Ada anak kecil nangis, usia TK juga. Ada yang nanya ke anak usia TK apa dia suka bola. Terus anak itu bilang 'mamah yang suka," katanya.

Pada peristiwa tersebut, dia juga menyaksikan bagaimana banyak orang yang digotong dan dievakuasi oleh tenaga medis. Bahkan, dia melihat anjing pengamanan milik polisi ikut mati terkena lemparan batu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut