Cerita Kerajaan Kuno di Singosari Malang dan Asal Usul Penduduk Pulau Jawa
Saat misi kedua pengiriman kedua itulah, Pulau Jawa saat itu bernama Nusa Kendang ditemukan sebagai pulau yang tertutupi hutan dan dihuni oleh berbagai jenis binatang buas dan tanahnya datar, ditumbuhi tanaman yang dinamai Jawi. Dari situlah pulau ini dinamai dengan Jawi.
Tetapi, agak sulit menentukan lokasi pendaratan para utusan tersebut. Tetapi diperkirakan pendaratan terjadi di wilayah Semampir, yakni tempat yang berdekatan dengan Surabaya saat ini. Gelombang kedua ini juga mengalami kegagalan. Dari puluhan ribu orang, hanya terisa 40 pasang.
Karena itu, sang raja mengirimkan utusan lagi dengan persiapan lebih matang dan penyediaan alat yang lebih lengkap. Hal ini untuk menjaga mereka dari kemungkinan serangan binatang buas, seperti yang dialami utusan pertama dan kedua.
Selain peralatan pengamanan diri, mereka juga dilengkapi dengan alat pertanian sebagai alat bercocok tanam bila kelak berhasil menempatinya dengan aman. Sementara itu, untuk mencegah orang-orang tidak melarikan diri maka diangkatlah seorang pemimpin dari kalangan mereka, yaitu Raja Kanna.
Dikisahkan, gelombang ketiga ini konon berhasil menyebar ke pedalaman-pedalaman yang terbuka di Pulau Jawa. Di sisi kepercayaan gelombang ketiga ini dipercaya menganut kepercayaan animisme.