Pria yang akrab dipanggil Gus Ghofar ini menuturkan, kompleks makam Pesantren Tebuireng terbilang unik. Sebab, lokasi yang biasa dipakai peziarah untuk berdzikir dan bermunajat adalah lokasi yang setiap bakda Maghrib dan Subuh juga menjadi tempat mengaji santri.
Mengingat jumlah pasien positif virus korona yang diumumkan pemerintah cenderung bersifat eksponensial, maka langkah preventif ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upacara pencegahan penyebaran virus tersebut.
“Hal itu juga sesuai dengan kaidah ushul fiqih, dar'ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalih (mencegah kerusakan harus diutamakan daripada upaya mendatangkan kebaikan),” ujarnya.
Jadi, pertimbangan keluarga besar Pesantren Tebuireng dalam kebijakan ini adalah murni bersifat pencegahan. “Demi kesehatan dan kebaikan bersama,” kata Gus Ghofar.
Editor: Kastolani Marzuki