“Karena banyaknya kecurangan-kecurangan, kita ini sekarang pusing. C1 yang semestinya sudah masuk di Badan Pemenangan Daerah dan Badan Pemenangan Provinsi ini belum sampai karena masih dipakai untuk penghitungan di kecamatan. Karena banyak kecamatan melakukan penghitungan ulang,” katanya.
Pengakuan BPP Prabowo-Sandi ini sekaligus membantah klaim mantan Ketua MPR RI Amien Rais, bahwa Prabowo-Sandi menang di Jatim. Dalam video blog (vlog) yang beredar beberapa waktu lalu, Amien mengklaim Prabowo menang di atas 50 persen di provinsi dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbanyak kedua di Indonesia itu.
“Bukan quick count lagi, tapi real count tiga lembaga yang terakreditasi oleh Bawaslu mengatakan 02 menang di Jawa Timur, bukan hanya Madura, bukan Banyuwangi, bukan Situbondo, tetapi seluruh Jawa Timur kita menang 50 persen lebih.”
“Jadi Joko (Jokowi) ini cuma menang di Jawa Tengah, Bali, NTT, kemudian daerah kecil-kecil, Jogja juga menang, lainnya Alhamdulillah kalah semua,” kata Amien dalam vlog tersebut.
Editor: Maria Christina