Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh! Dugaan Jual Beli Sel Mewah Lapas Blitar Rp100 Juta, Penasaran Apa Saja Fasilitasnya?
Advertisement . Scroll to see content

BPIP Ingin Jadikan Bulan Wafatnya Gus Dur Hari Perdamaian Politik Indonesia

Rabu, 30 Desember 2020 - 22:38:00 WIB
BPIP Ingin Jadikan Bulan Wafatnya Gus Dur Hari Perdamaian Politik Indonesia
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi saat ziarah ke makam Bung Karno di Blitar. (Foto: SINDOnews/Solichan Arif)
Advertisement . Scroll to see content

BLITAR, iNews.id – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi ingin menjadikan tanggal 30 Desember yang merupakan hari wafatnya Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Hari Perdamaian Politik Indonesia. 

Hal itu diungkapkan mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat berziarah ke Makam Proklamator RI Soekarno di Kota Blitar. Ziarah yang dilakukan bersamaan dengan tanggal dan bulan wafatnya Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Yakni 30 Desember 2009.

"Saya ingin menjadikan 30 Desember sebagai Hari Perdamaian Politik Indonesia," ujar Yudian Wahyudi, Rabu (30/12/2020). 

Yudian mencoba merasionalkan alasan menjadikan 30 Desember sebagai Hari Perdamaian Politik Indonesia. Dia memulai dengan kesamaan hari wafatnya Gus Dur dengan peristiwa pembebasan Kota Mekkah (Fathkul Mekkah) oleh Nabi Muhammad. Yakni sama di bulan Desember.

Yudian merangkaikan, dua peristiwa yang berbeda masa tersebut menjadi satu rajutan benang merah. Termasuk menyambungkan dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI yang diproklamatori Soekarno-Hatta. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut