BMKG Prediksi Masih Ada Gempa Susulan di Jatim, Warga Diimbau Tenang
SITUBONDO, iNews.id – Pascagempa yang terjadi di kawasan Situbondo, Jawa Timur (Jatim), Kamis dini hari (11/10/2018), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi masih ada gempa susulan yang terjadi di wilayah ini. Namun, gempa tersebut umumnya berkekuatan kecil.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, Nur Huda memaparkan, menurut pantauan BMKG Jatim, hingga Kamis pagi tercatat sudah terjadi 17 kali gempa susulan pascagempa yang terjadi di Situbondo. Kekuatan gempa bervariasi antara 2,7 Skala Richter (SR) hingga 3,6 SR.
“Kami memprediksi masih ada gempa susulan dengan kekuatan bervariasi. Namun, kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Tetap pantau informasi langsung dari BMKG dan tidak terpengaruh dengan isu atau informasi yang tidak benar,” paparnya.
Nur Huda mengatakan, dari sejumlah daerah yang terkena dampak gempa, daerah yang paling parah dari hasil pantauan BMKG Jatim berada di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura. “Di daerah ini ada beberapa kerusakan yang cukup parah dibanding daerah lain,” katanya.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly dalam keterangan tertulis memaparkan, hingga pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 14 aktivitas gempa susulan. Gempa susulan paling kuat terjadi pada pukul 2.22 WIB dengan kekuatan 3,5 SR dan gempa susulan paling lemah terjadi pada pukul 3.13 WIB dengan kekuatan 2,4 SR.