Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral! Sapi Mengamuk di Pasar Hewan Pasuruan, Sempat Masuk Area Minimarket dan Hajatan
Advertisement . Scroll to see content

Benih Intoleransi Sudah Muncul di SMA, 80 Persen Terpapar dari Medsos

Sabtu, 28 Mei 2022 - 17:47:00 WIB
Benih Intoleransi Sudah Muncul di SMA, 80 Persen Terpapar dari Medsos
Bakesbangpol Jatim bersama Barikade Gus Dur Jatim menggelar acara Dialog Kebangsaan yang digelar di Gedung Islamic Center Surabaya, Sabtu (28/5/2022). (Foto: Lukman Hakim).
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur (Jatim) menyebut benih-benih intoleransi sudah merambah ke dunia pendidikan, utamanya pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena itu diperlukan kurikulum khusus tentang toleransi antarsesama. 

"Pada survei yang digelar Unair (Universitas Airlangga) bekerja sama dengan kita, kalau ketuanya (ketua kelas tingkat SMA), maka sekitar 14 persen dari mereka menolak. Mereka (siswa) mintanya yang sesama Islam. Berarti ini kan 
mengeksklusifkan diri. 

Ajaran seperti ini yang menimbulkan pecah belah," kata Kabid Integrasi Bangsa, Bakesbangpol Jatim, Johan Fitriadi saat menghadiri acara Dialog Kebangsaan yang digelar Barikade Gus Dur Jatim di Gedung Islamic Center Surabaya, Sabtu (28/5/2022).

Survei tersebut dilakukan pada tahun 2018 dengan sampel sebanyak 1.000 siswa. Sasaran survei yakni siswa di SMA Negeri. Sekolah yang menjadi sampel survei berlokasi di Surabaya dan sekitarnya. 

"Setelah muncul hasil survei itu, kita sudah kumpulkan guru SMP dan SMA dan kita beri modul. Kita masukkan ke kurikulum (tolerensi), entah di akademisnya atau di ekstranya," kata Johan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut