Belum Putuskan Cawalkot Surabaya, PDIP Klaim Tak Mau Usung Figur Sembarangan
“Kepemimpinan ke depan Kota Surabaya adalah kesinambungan visi dan misi sebagaimana sudah diletakkan oleh Wali Kota Mas Bambang DH (mantan wali kota Surabaya), Bu Risma (Wali Kota Tri Rismaharini) dan terutama kesinambungan harapan bagi wong cilik agar Surabaya tetap dipimpin oleh mereka yang memiliki jiwa kerakyatan,” katanya.
Hasto bersama dengan Djarot Syaiful Hidayat, Risma, dan Arif Wibowo ditugaskan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri untuk melakukan konsolidasi. PDIP menargetkan kemenangan pada 13 kabupaten/kota di Jatim.
Tentang belum diputuskannya pasangan calon di Pilwakot Surabaya, Hasto sempat mengritik pihak yang menggambarkan ada 'tarik tambang' kepentingan antara dirinya dengan Risma. Hasto menegaskan, tudingan tersebut tidak benar.
“Tidak ada tarik tambang politik di internal partai. Yang ada adalah menarik rakyat agar bebas dari belenggu kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan," kata politikus asal Yogyakarta ini.
Hasto mengatakan, semua kader PDIP taat kepada keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang telah mendapat kewenangan dari Kongres Partai untuk mengambil keputusan.
"Itulah kultur demokrasi yang kita bangun. Itulah disiplin kita, taat sepenuhnya keputusan ketua umum partai," katanya.
Editor: Zen Teguh