Belasan Hektare Lahan Diserobot, Puluhan Petani Hutan Asal Silo Jember Wadul ke Dinas
Menurutnya, penyerobotan lahan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang tak dikenal siang hari ketika para petani masih bekerja di lahan. Mereka membabat tanaman kopi dan pisang yang sebelumnya ditanam oleh petani. Meski demikian, petani mengetahui jika dalam kelompok penyerobot itu ada oknum pegawai perusahaan kehutanan dan perangkat desa.
“Kami tidak berani waktu itu. Kami menghindar saja. Total ada 12 petani yang lahannya diambil alih. Mereka menggarap lahan tersebut sejak 2017 berdasarkan SK perhutanan sosial. Dan petani belum menikmati hasilnya karena tanamannya kopi,” paparnya.
Edi khawatir jika pemerintah dan para pemangku kebijakan tidak segera bertindak, di lapangan bakal terjadi konflik terbuka seperti di perbatasan Silo dan wilayah Banyuwangi.
Sementara itu, Kepala Cabdinhut Jatim Wilayah Jember Didik Triswantoro menyampaikan, pihaknya tak bisa gegabah merespons tuntutan petani, karena harus melakukan klarifikasi lapangan terlebih dulu. Apalagi, kewenangan pengelolaan kawasan hutan itu berada di Perhutani.
“Kami akan klarifikasi dengan pihak pengelola. Dalam hal ini Perhutani. Seperti apa pelaksanaan (perhutanan sosial, Red) yang ada di sana. Semoga bisa dicarikan solusinya seperti apa. Karena kejadiannya sudah tahun 2022. Kami juga sudah RDP dengan anggota dewan dan mediasi,” jelasnya.
Editor: Mahrus Sholih