Beda Ketinggian 2 Stasiun di Malang Diduga Jadi Sebab Gerbong KA Gajayana Meluncur Tanpa Kendali
Selang tiga menit, rangkaian tujuh gerbong KA Gajayana tujuan Malang-Jakarta disiapkan untuk keberangkatan berikutnya. Ketika rangkaian gerbong KA akan disambungkan dengan lokomotif, diduga belum terkunci dan terlepas.
"Ini gerbong KA Gajayana terlepas ketika akan disambungkan dengan lokomotif di stasiun Malang Kota Baru, kemarin sore. Kemudian gerbong jalan sendiri, karena jalur rel lebih menurun ke stasiun Malang Kota Lama," ujar salah satu petugas yang enggan menyebut namanya.
Kejadian meluncur gerbong kereta terjadi dua kali. Pada tahun 2005 sebuah rangkaian gerbong kereta api tangki meluncur tanpa kendali hingga membuat tiga warga sekitar Stasiun Malang Kota Lama terluka.
Pada tahun 2011, empat rangkaian gerbong KA Gajayana meluncur tanpa kendali dari Stasiun Malang Kota Baru ke Malang Kota Lama sejauh kurang lebih 3 kilometer.
Akibat peristiwa di tahun 2011 ini, satu bocah bernama Muhammad Nur Rosyid berusia 2,5 tahun tewas saat menjalani perawatan di RS Panti Nirmala. Sementara adiknya yang berusia 1,5 tahun selamat meski mengalami luka - luka.
Sebelumnya, tujuh gerbong KA meluncur tanpa kendali dan nyaris menghantam kerumunan pekerja perbaikan bantalan rel kereta di Stasiun Malang Kota Lama. Dari pengakuan saksi mata, rangkaian gerbong kereta api tersebut meluncur dari utara stasiun pada Rabu sore sekitar pukul 14.50 WIB.
Rangkaian gerbong kereta kemudian masuk di jalur dua yang tengah dilakukan pengerjaan perbaikan bantalan, rel kereta api. Laju gerbong kereta baru berhenti setelah keluar bantalan rel yang dilepas lantaran tengah diperbaiki. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka - luka pada kejadian ini.
Editor: Umaya Khusniah