Banjir dan Puting Beliung Terjang Desa Jotangan Mojokerto, 350 KK Terdampak
Banjir yang melanda Desa Jotangan ini merupakan yang terparah sejak empat tahun terakhir. Kendati sempat menjadi langganan banjir, sejak tahun 2017, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, sudah terbebas dari banjir.
"Terakhir banjir tahun 2016, itu paling parah. Ini baru banjir lagi tahun (2021) ini. Kalau parah yang termasuk parah juga, hampir sama dengan beberapa tahun lalu ketinggian airnya," kata Idris.
Sementara Kepala Desa (Kades) Jotangan, Muhammad Irfan mengungkapkan, setidaknya ada kurang lebih 350 kepala keluarga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Sadar ini. Tak hanya itu, banjir juga merendam tanaman padi petani. Akibatnya tanaman padi yang berusia dua bulan itu terancam gagal panen.
"Kalau lahan persawahan yang terendam banjir ada sekitar 15 hektar. Usia tanaman padi sekitar dua bulan. Semoga ada bantuan dari pemerintah ini, karena tanaman padi ini juga terancam mati kalau tergenang seperti ini," kata Irfan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, akibat melubernya air di aliran Avour Sungai Sadar. Hal tersebut diperparah dengan matinya pompa air yang dipasang BBWS.