Selain kerusakan tersebut, sebuah bendungan irigasi warga jebol. Akibatnya, puluhan hektar lahan juga terancam kekurangan air.
Air juga merendam lahan pertanian warga seluas lima hektare. Kerugian yang diderita warga mencapai ratusan juta rupiah.
Perangkat Desa Krisik, Hari Sabtoso mengatakan, akibat jembatan yang putus ini, warga harus memutar lebih jauh untuk keluar dari desa dan melakukan aktifitas. Dia berharap agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Kabupaten Blitar, segara membangun jembatan sementara dan membenahi saluran air bersih.
“Jembatan sudah tidak bisa dipakai lagi, harus dibangun ulang,” katanya, Jumat (6/2/2020).
Dia menduga, hutan yang gundul menjadi penyebab utama terjadinya bencana banjir bandang. Meski banjir bandang bisa sewaktu-waktu terjadi lagi, warga masih enggan meninggalkan rumah yang berada tepat di Lereng Gunung Kawi ini.
Editor: Umaya Khusniah