Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duka Kloter 12 Malang, 2 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Pesawat dan Bus
Advertisement . Scroll to see content

Bahasa Walikan Malang Jadi Sandi Pejuang Indonesia Hadapi Spionase Belanda

Rabu, 16 Agustus 2023 - 14:00:00 WIB
Bahasa Walikan Malang Jadi Sandi Pejuang Indonesia Hadapi Spionase Belanda
Pawai kendaraan militer Belanda di Kayutangan, Malang (Foto: Museum Reenactor Malang / ist)
Advertisement . Scroll to see content

"Oleh karena itu digunakan bahasa-bahasa itu, yang paling banyak teman-teman GRK (Gerilyawan Rakyat Kota). Semuanya masyarakat Malang mereka menggunakan komunikasi itu agar tidak bisa disadap didengarkan oleh spionase Belanda," ujarnya lagi.

Namun Agung mengatakan, Bahasa Walikan khas Malang ini tidak digunakan saat masa perjuangan sebelum kemerdekaan. Sebab saat itu sudah jelas lawan yang dihadapi dibandingkan setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

"Kalau untuk perjuangan belum. Dia baru muncul sandi-sandi itu ketika era bersiap mana kawan mana lawa, sehingga kita gunakan bahasa sandi periode 1947-1949, periode keemasan Bahasa Walikan, karena bahasa sandi komunikasi antarpejuang," katanya.

Menurutnya, kemunculan Bahasa Walikan tak lepas dari kebiasaan cangkrukan atau nongkrong bagi warga Malang. Dari sana beberapa kosa kata diucapkan terbalik. 

Sebagai contoh: genaro yang berarti orang. Nakam yang artinya makan, silup yang artinya polisi, hingga kata sudew atau wedus.

"Boso walikan ini karya budaya, karya budaya ciptaan manusia cipta dan karsa itu menjadi bagian dari proses dinamika orang Malang. Orang Malang mengenal bahasa walikan sebagai osob iwalan atau boso walikan yang telah ada sejak lama. 

"Bahasa walikan produk budaya kapan muncul? Sejak lama sudah muncul, karena itu bahasa pergaulan sehari-hari orang Malang. Bahasa ngopi-ngopi, cangkruk-cangkruk," ujarnya.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut