Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Ungkap Motif 2 Pak Ogah Aniaya Wanita Hamil dan Suaminya di Deli Serdang
Advertisement . Scroll to see content

Ayah di Ngawi Aniaya Bayinya hingga Tewas karena Kesal Dilarang Istri Kerja di Luar Kota

Senin, 04 November 2019 - 08:34:00 WIB
Ayah di Ngawi Aniaya Bayinya hingga Tewas karena Kesal Dilarang Istri Kerja di Luar Kota
Pelaku melihat bayinya dimakamkan di Desa Ngawi Purba, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Jatim, Minggu (4/11/2019). Pelaku menganiaya putrinya hingga tewas karena kesal kepada sang istri. (Foto: iNews/Asfi Manar)
Advertisement . Scroll to see content

NGAWI, iNews.id – Seorang ayah di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim) tega menganiaya bayi kandungnya berusia lima bulan hingga tewas. Penyebabnya hanya karena pelaku Juniarto Wibowo (31) kesal terhadap sang istri Dwi Rahayu (27), yang melarang dia bekerja di luar kota.

Kasus ayah aniaya anak ini terungkap setelah warga Desa Ngawi Purba, Kecamatan Ngawi, curiga pada kematian bayi pasangan suami istri itu, Minggu (3/11/2019). Saat bayi enam bulan bernama Andini Ayuningtyas itu dimandikan, jenazahnya penuh dengan luka lebam. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Ngawi Kota.

Polisi yang menerima laporan meminta keterangan dari pasangan suami istri terkait kematian bayi mereka pada Minggu petang. Pelaku awalnya memberikan keterangan berbelit-belit ketika disidik oleh petugas Reskrim Polsek Ngawi Kota. Dia mengelak dan mengaku jika bayi perempuannya tewas karena tersedak.

Namun, saat pelaku dipertemukan dengan sang istri, Dwi Rahayu, pelaku akhirnya mengakui jika dia menganiaya bayinya hingga tewas. Dia tega melakukannya karena kesal terhadap sang istri yang tidak mengizinkan dia bekerja di luar kota.

Selain itu, pelaku merasa kesal karena sang istri mencurigai dia berselingkuh ketika menyampaikan keinginan untuk bekerja di luar kota. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut