Asal-usul Jaran Kepang, Ritual Tolak Bala Kini Dikenal Tarian Kuda Lumping
Kesurupan merupakan hal yang sering terjadi saat pergelaran tarian jaran kepang berlangsung. Tidak hanya penari, para penonton yang menyaksikan pun bisa saja kesurupan.
Menurut Soenarto Timoer dalam bukunya: “Reog di Jawa Timur” pada saat kesurupan, penari jaran kepang bukan menggambarkan prajurit yang menunggang kuda, tetapi menjadi kuda itu sendiri.
Sehingga, segala ciri-ciri yang ada pada seekor kuda dicoba untuk diungkapkan serealistis mungkin, tingkah lakunya menyepak singkur, lari, nyirig, sampai-sampai harus makan rumput dan dedak yang dilakukan oleh penari dalam kondisi tidak sadar.
Kesurupan ditandai dengan formasi tarian penunggang kuda yang pada awalnya lembut lalu berubah menjadi semakin liar mengikuti irama musik pengiring. Perubahan tersebut biasanya dimulai dengan suara pecut yang meledak-meledak di udara.
Saat itu penari tidak lagi menari secara berkelompok melainkan menari masing-masing dengan liar sesuai kehendak hatinya dan diiringi tabuhan gending yang memberi suasana magis.
Itulah asal-usul jaran kepang. Berhati-hatilah jika ingin menyaksikan tarian jaran kepang ini.
Editor: Kurnia Illahi