Anggaran Perbaikan Tanggul dan Sungai Minim, Banjir Jadi Ancaman Serius di Jatim
Politisi Gerindra ini mencontohkan, Sungai Tanggul di Desa Paseban, Kecamatan Kencong hingga saat ini masing mengkhawatirkan pascabanjir empat tahun lalu. Pasalnya tanggul sungai mulai menipis akibat tergerus air.
"Karena hujan dan banjir terus menerus, akhirnya tergerus. Sekarang ada beberapa tempat yang tanggulnya terkikis. Ini memang butuh perhatian dari SDA karena kalau dibiarkan, lama-lama jebol lagi. Nah kalau jebol lagi satu desa seperti di Paseban bisa tenggelam lagi seperti dulu," ujarnya.
"Itu kan di hilir, pas besar-besarnya. Apalagi kondisi sekarang seperti ini. Kami sangat khawatir, kalau tanggulnya jebol ada dua desa yang terdampak yaitu Desa Paseban, desa Keraton," katanya.
Satib mengakui butuh anggaran besar untuk kegiatan normalisasi sungai tersebut. Untuk satu titik perbaikan tanggul misalnya, dibutuhkan dana sekitar Rp200 juta. Sementara jumlah titik yang harus diperbaiki cukup banyak.
"Kendalanya ya dianggaran. Tapi mau tidak mau karena ini kepentingan masyarakat jadi harus kita dahulukan. Carikan solusi yag sifatnya sementara. Minimal dikasih pengaman seperti bronjong untuk sementara," katanya.