Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 8 Surabaya Layani 38.000 Penumpang
Advertisement . Scroll to see content

Aksi Heroik Serangan Umum Arek-arek Malang ke Belanda dari Markas Komando Gerilyawan

Selasa, 22 Agustus 2023 - 11:30:00 WIB
Aksi Heroik Serangan Umum Arek-arek Malang ke Belanda dari Markas Komando Gerilyawan
entara Belanda dan sekutu saat berperang dengan arek-arek Malang (KITV / istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

"Yang diserang di depan gangnya itu kalau sekarang, mortirnya jatuh di sana.ctidsk sekali ke pusatnya markas komando di dalam Gang 3 sekarang. Jadi setelah serangan itu tidak ada pergerakan pasukan, di sini nyamar semuanya, nggak ada kegiatan kayak markas gitu," katanya.

Guna meminimalisir kecurigaan Belanda biasanya para pejuang dari daerah perbatasan seperti Kecamatan Dau, Wagir, dan sekarang masuk wilayah Kota Batu, pasukan melalui aliran sungai kecil yang ada di Gang 3. Selain sebagai penghubung sungai itu juga menjadi penghubung vital bagi kehidupan sehari-hari warga Malang zaman dahulu.

"Warga biasanya ngambil air di situ, pergerakan pasukan untuk keluar masuk kota juga biasanya lewat situ, namanya Kali Sumber (Sungai Sumber). Itu kenapa markas komando ada di situ, karena banyak pergerakan warga dari daerah-daerah di sekitarnya. Begitu naik info itu banyak," jelasnya.

Eko menambahkan, bila serangkaian serangan - serangan masih dilakukan oleh pejuang-pejuang arek-arek Malang selama tahun 1949. Serangan baru berhenti usai Belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia, serta adanya perjanjian Konferensi Meja Bundar yang berdampak ke Malang juga. 

"Penyerahannya pada 6 April 1950, serah terima kekuasaan militer di Jawa Timur, termasuk di Malang dilakukan dari Komandan KNIL Jawa timur Jenderal Mayor JA Scheffelaar kepada Kolonel Sungkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur. Semua pasukan Belanda ditarik dari wilayah Republik Indonesia secara bertahap," ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut