7 Fakta Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda, Nomor 5 Bikin Merinding
BANGKALAN, iNews.id – Kematian RYS, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan yang ditemukan membusuk di dalam mobil di parkiran Bandara Juanda, hingga kini masih misterius.
Polisi masih menyelidiki intensif kasus tersebut untuk mengungkap penyebab kematian korban. Selain memeriksa CCTV dan meminta keterangan sejumlah saki, petugas juga masih menunggu hasil autopsi tim forensik. Berikut deretan fakta kematian misterius ASNPemkab Bangkalan.
1. Kronologi Kejadian
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan kronologi hilangnya korban. RYS diketahui berpamitan kepada pihak keluarga sejak hari Kamis pekan lalu.
Pada Kamis malam, korban sempat mengirimkan pesan berupa pembagian lokasi terkini (share location) yang menunjukkan posisinya berada di daerah Pujon, Malang.

Aktivitas korban bahkan dipastikan masih terpantau normal hingga keesokan harinya. Pihak keluarga menegaskan, korban masih sempat melakukan panggilan video (video call) untuk memberi kabar.
"Pada hari Jumat hingga Sabtu pagi, korban RYS ini sebenarnya masih sempat melakukan video call dengan keluarganya. Tidak ada kecurigaan saat itu," kata Risang Bima Wijaya kepada awak media, Kamis (25/6/2026).
2. Hilang Kontak
Petaka dimulai pada Sabtu siang. Panggilan video yang biasanya direspons dengan cepat tiba-tiba mati total. Pihak keluarga seketika kehilangan kontak (lost contact) dengan korban sejak saat itu.
Hanya berselang beberapa jam setelah panggilan video terakhir pada Sabtu pagi, mobil dinas korban terdeteksi masuk ke kompleks Bandara Juanda Surabaya pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB.
3. Pria Misterius Terekam CCTV
Melalui rekaman CCTV bandara, kejanggalan besar pun terungkap. Saat melewati loket tiket parkir, bukan RYS yang mengemudikan mobil tersebut, melainkan seorang pria misterius. Pria itulah yang terekam kamera menjulurkan tangan mengambil tiket parkir dari kursi pengemudi.
Kondisi tersebut memicu dugaan kuat dari pihak keluarga bahwa sesaat setelah video call di hari Sabtu, korban langsung dieksekusi.
Selain rekaman CCTV di Bandara Juanda saat proses pembuangan mayat, pihak keluarga mengaku mengantongi bukti lainnya yang kini sudah diserahkan ke tim penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo.
"Kami juga memiliki rekaman CCTV saat korban sedang bersama laki-laki tersebut ketika berada di wilayah Pujon, Malang. Semua bukti sudah di polisi," ucap Risang.