5 Fakta Baru Desa Miliarder di Tuban, Nomor 2 Bikin Pilu
Kekhawatiran ini pernah disampaikan salah satu petani, Rohman. Dia merasa tidak tenang begitu semua lahan sawahnya habis terjual. Sebab, uang hasil pembebasahan lahan sudah dibagi-bagi dengan saudaranya, termasuk dibelikan tanah untuk bercocok tanam. Namun, lokasinya jauh dari tempat tinggal. Selain itu, lahannya tak sesubur yang dibebaskan.
Nasib pilu juga dialami Musanam (60) warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu. Dia mengaku hidupnya tak tak bahagia meski kini ia tinggal di rumah gedong dan terkesan mewah. Sebab rumah dan lahan tegal miliknya yang dulu dia jual ke Pertamina kini hanya cukup untuk kembali membangun rumah barunya. Uang ratusan juta yang pernah dia terima juga tak bersisa sama sekali.
Setiap hari Musanam hanya mencari rumput untuk tiga sapinya. Sedangkan tiga sapi lainnya telah dia jual untuk makan sekeluarga.
3. Menyesal Jual Tanah untuk Kilang Minyak
Warga desa miliarder di Tuban menyesal telah menjual lahannya untuk pembangunan kilang minyak GRR Tuban. Sebab mereka merasa keberadaan kilang minyak tidak memberikan manfaat apa pun untuk warga sekitar.
Keluhan itu mereka sampaikan karena tidak ada warga sekitar yang dipekerjakan di tempat tersebut, sekalipun menjadi buruh kasar.