Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sosok Marsinah, Aktivis Buruh Pabrik asal Nganjuk yang Dianugerahi Pahlawan Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Zaman Muda Jadi Mata-Mata Tentara Indonesia, Kakek Ini Kini Berjuang Jualan Mainan

Jumat, 14 Agustus 2020 - 10:34:00 WIB
Zaman Muda Jadi Mata-Mata Tentara Indonesia, Kakek Ini Kini Berjuang Jualan Mainan
Ngatimin Citrowiyono (87), mantan mata-mata tentara Indonesia kini berjualan mainan anak-anak (Foto: iNews/Septyantoro)
Advertisement . Scroll to see content

Saat terjadi peristiwa G30S, Pak Nin sudah bekerja di Jakarta. Tragedi itu rupanya mempengaruhi pekerjaanya di Jakarta. Pak Min pun pulang ke Solo bekerja di Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Namun, karena gaji pegawai negeri sipil (PNS) saat itu kecil, dia pun banting setir ke dunia usaha.

Tahun 1970an, Pak Min menekuni usaha berjualan lampu semprong, dari situ lah dia akrab disapa Mbah Semprong. Tetapi, lagi-lagi lampu semprong mulai meredup tergantikan dengan lampu PLN. Dia pun memutuskan untuk menarik becak dan berjualan mainan hasil buatan sendiri.

"Bisnis itu saya banyak, sesulit apapun saya harus mampu," ucapnya.

Meski sudah tak lagi muda, semangat Mbah Semprong mencari nafkah tetap membara. Di mata rekan-rekanya sesama pedagang kaki lima, Mbah Semprong merupakan sosok yang inspiratif yang tidak kalah dengan anak muda.

"Dia (Mbah Semprong) itu semangatnya sudah kaya anak muda. Misalnya di alun-alun ada acara ya dia ikut. Kadang sampai jam 10.00 atau jam 11.00," kata rekan Mbah Semprong, Purwanto.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut