Warga Korban Banjir Rob di Pekalongan Kelaparan Tak Bisa Beraktivitas
Menurut Aini, bantuan makan untuk korban banjir rob ini diharapkan bisa sedikit menolong dan hal ini akan terus dilakukan dengan mengajak para dermawan.
Kedatangan petugas yang membawa makanan siap saji itu disambut gembira warga. Mereka mengaku kelaparan karena persediaan makanan sudah habis dan kesulitan keluar rumah.
“Banjir rob kali ini sangat parah. Semua aktivitas lumpuh total. Bagi yang punya anak kecil dan bayi, saat ini sangat membutuhkan bantuan susu, popok juga pakaian,” kata warga Wonokerto, Naila.
Warga juga berharap Pemkab Pekalongan segera menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya agar kondisi koban banjir rob tidak semakin terpuruk.
Banjir rob di Kabupaten Pekalongan merendam ribuan rumah warga di dua kecamatan, yakni Tirto dan Wonokerto. Di Kecamatan Tirto banjir di antaranya merendam Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo. Sedangkan di Wonokerto yakni, Desa Tratebang, Wononerto Kulon, Wonokerto Wetan, Jambean, Semut, dan Bebel.
Sementara di Kota Pekalongan, banjir rob menggenangi rumah warga di Pekalongan Utara meliputi Kelurahan Degayu, Krapyak, Panjang Wetan, Panjang Baru, Kandang Panjang, Bandengan. Di Pekalongan Barat antara lain Padukuhan Kraton, Pasir Kraton Kramat, Tirto, dan Bendan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng menyatakan, gelombang tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir rob masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.
Editor: Kastolani Marzuki