Warga di Blora Ini Gembira, Ditemukan Sumber Air Melalui Pengeboran 120 Meter
Melalui diskusi cukup panjang, akhirnya diputuskan untuk memperdalam pengeboran hingga di titik 120 meter.
"Dalam pencarian sumber air, kami tidak asal mengebor. Namun telah dilakukan survei pemetaan secara geolistrik,. Makannya kami lanjutkan dan sesuai dengan perkiraan kita temukan sumber air yang cukup besar," katanya.
Kepala Desa Pengkoljagong Sugiyono mengatakan, kekeringan adalah bencana tahunan yang harus dihadapi warga Dukuh Alasmalang. Sebab untuk mencari sumber air, warga harus berjalan sejauh 7 kilometer di dalam hutan.
"Itupun terkadang jika sudah sampai ke lokasi, warga tidak kebagian air. Sebab sumber air di dalam hutan itu juga diperebutkan warga di beberapa dukuh lainnya,” kata Sugiyono.
Alternatif lain untuk mencari air bersih, warga harus membeli yang diantarkan truk.
"Harganya Rp300.000 sekali antar. Itu yang diantar air dengan kapasitas debit 2.000 liter. Biasanya kalau di tempat lain beli air kapasitasnya 5.000 liter, karena jalan menuju lokasi jelek, maka untuk sampai ke lokasi hanya berani mengantar 2000 liter. Takut ambles dan terguling," tuturnya.
Jika mendapatkan bantuan air bersih, biasanya justru membuat perselisihan antara warga karena saling berebut bantuan air.
Editor: Ary Wahyu Wibowo