Wakil Bupati Blora Berbagi Cerita Pengalaman Terjun di Politik
“Saya sejak kecil tidak diperbolehkan naik motor sebelum umur 17 tahun, dan itu saya patuhi. Jadi saya SMP ke sekolah ya naik sepeda onthel,” ucapnya.
Dia juga bercerita bagaimana mendapat rekomendasi dari PDIP untuk melangkah dalam kontestasi Pilkada Blora tahun 2020 yang lalu. Setelah mendapat rekomendasi dari partai, ia langsung bergerak untuk membuat perencanaan yang matang dan memanfaatkan jaringan yang ada.
“Inilah yang dimaksud dengan cerdas berpolitik, kaum perempuan Aisyiyah Blora harus dapat membuat keputusan yang terbaik untuk diri sendiri dan masyarakat,” tuturnya.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Blora Sudadyo berpesan agar Muhammadiyah tetap menjadi organisasi yang independen meskipun ada anggotanya yang berkiprah di dunia politik.
“Talk show hari ini sangat penting bagi Aisyiyah dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan tentang politik,” ujar Sudadyo.
Pemimpin Daerah Aisyiyah Kabupaten Blora, Umi Sholikhah memberi apresiasi kepada Wakil Bupati Blora yang berani terjun di dunia politik. Mengingat sampai saat ini belum ada anggota Aisyiyah Blora yang berkecimpung di dalamnya.
“Sampai saat ini belum ada yang menjadi anggota DPRD. Maka saya menghimbau agar Aisyiyah mau belajar tentang dunia politik melalui talk show ini,” ujarnya.
Editor: Ary Wahyu Wibowo