Viral Warga Sok Galak Bentak Anggota TNI di Bendungan Pleret, Endingnya Minta Maaf
“Kami atas nama Ali Mufis dan rekan-rekan mohon maaf dan klarifikasi. Kami mengakui tindakan kami itu salah karena menentang tujuan Babinsa yang positif demi keselamatan warga. Kami minta maaf sebesar-besarnya kepada Babinsa KS 0733,” ucapnya dalam video viral dikutip dari akun @Infokomando.official, Sabtu (20/7/2024).
Dalam keterangannya, akun tersebut menyebut tindakan TNI mengingatkan warga bukan tanpa alasan. Selain sudah terdapat larangan untuk mandi, bermain, mancing, berenang dan lainnya, datangnya air bah secara tiba-tiba menjadi alasan agar tidak jatuh korban jiwa.
Saat ini, delapan warga tersebut diberikan sanksi wajib lapor selama satu bulan. Sementara wisata air gratis di Bendungan Pleret yang telah viral rencananya akan dilarang untuk digunakan sebagai wahana bermain karena sangat membahayakan.
Sebelumnya, puluhan anak-anak dan remaja menjadikan pintu air Bendungan Pleret Banjirkanal Barat (BKB) Kota Semarang sebagai wahana permainan hingga viral.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sebelumnya sempat meminta anak-anak yang bermain di sana untuk tetap waspada meski pihaknya tak memberikan larangan. Hal ini mengingat arus aliran air Banjir Kanal Barat cukup deras. Apalagi jika datang air bah dari wilayah hulu sungai.